Postingan

He's So Annoying (5)

Terimakasih banyak loh buat kalian yang sudah menyarakan untuk aku melanjutkan kembali cerita ini. Sekarang rasanya jadi bersemangat biarpun awalnya ada rasa ragu karena takut nanti ceritanya terputus lagi, ‘kan ngga enak yaa.. Mau buat cerita baru juga sayang sama ceita yang ini karena ceritanya gantung (untung cuma cerita bukan kisah cinta beneran yang digantung, kan sakit yaa hehehe). Baiklah, kalau begitu, dengan senang   hati kupersembahkan cerita ini untuk kalian. . . Happy Reading~ . . Sebelumnya. . . Aku mengetahui informasi mengenai siapa Malik dari Aina meski belum sepenuhnya, tapi itu sudah cukup karena ku pikir tidak perlu aku mengetahui lebih dalam lagi. Terlepas dari Malik, ada hal lain yang terjadi di hari Sabtu. Saat itu aku sedang menjemur di halaman belakang dan merasa ada seseorang yang sedang melihat ke arah halaman belakang tempat aku menjemur pakaian. Cara menatap orang itu, menurutku seperti ada perasaan tidak suka dan mengerikan (hehe lebay yah). Ak...

He's so Annoying (4)

Sebelumnya. . . Aku bertanya kepada Aina, teman sekamarku mengenai Malik. Meski belum banyak informasi yang aku dapatkan – karena takut ada yang curiga hehe– tapi itulah awal di mana aku menjadi tahu banyak tentang Malik. Ohya terimakasih buat kalian yang telah menggambarkan baik sosok, sifat, atau kepribadian Malik itu seperti apa. Keren, keren, aku suka. Sekali lagi, thank you so much all ~ . . . Chapter 4 Meski begitu Aina cerita sedikit tentang Malik, lelaki yang memiliki postur tubuh tinggi dan berlogat Melayu ketika berbicara. Aina mengatakan bahwa, Malik cukup pintar, kritis, bahkan mengambil kursus 2 bahasa, Inggris dan Jerman. Ia sengaja kursus Bahasa Jerman di Pare sebelum nantinya mengikuti kursus di Guthe Institute, Jakarta, soalnya Malik mau kuliah di Jerman. Dia tak hanya tinggal di Madiun, dia juga pernah tinggal di Jakarta. " Ooh i see " kataku "Yaa tapi gitu dia iseng, nyebelin" "Nyebelin?" Tanyaku "Aku loh p...

He's so annoying (3)

Sebelumnya. . . Dia menarik lenganku, membuka perekat hansaplast dan menempelkan hasaplast tersebut ke lengan bajuku yang sobek. Aku benar-benar terkejut dengan apa yang telah dia lakukan. Ohya, aku berjanji pada chapter-chapter selanjutnya akan memberitahu kalian siapa dia yang membuat aku gagal konsentrasi selama kelas Grammar berlangsung. Ok langsung saja~ . . . . Chapter 3 Senang sekali rasanya begitu kelas berakhir, aku bisa langsung menuju kamar bersama Aina -ohya Aina adalah teman sekamarku-. Aina adalah gadis asal Gresik yang mengambil program yang sama dengaku, yaitu Bahasa Inggris. Hanya saja dia lebih cepat dariku, yaitu 3 bulan. Sekedar informasi, kala itu aku sedang kursus Bahasa Inggris di salah satu LKP di Pare, Kediri. Aku masih tergolong pelajar baru, karena baru sepekan dari program 6 bulan aku mengikuti KBM di tempat kursus yang menyediakan asrama bagi pelajarnya tersebut. Aina juga tergolong pelajar baru, dia baru dua minggu. Di kamar, setelah sol...

He's so Annoying (2)

Sebelumnya. . . Saat jam makan siang, lauk dipiringku di ambil olehnya dan aku kehabisan lauk. Tak hanya itu, saat selesai mencuci piring karena kurang hati-hati, lengan bajuku tersangkut kawat rak piring sehingga terciptalah sobekan sepanjang (sekitar) 5cm. Bagaimana ini? . . . . Chapter 2 Melihat kejadian itu aku dan teman-teman tertawa. Lalu, salah satu temanku, Aina menawarkan untuk menjahit sobekan itu. Senangnya, ada yang berbaik hati menolong. Setelah semuanya selesai, kami kembali ke aula karena ada kelas Grammar. Aku berpikir untuk ganti baju karena malu jika sobekan itu dilihat orang banyak. Tapi saran temanku lebih baik nanti saja selesai kelas, toh tidak terlalu kelihatan. Baiklah..... Saat kelas sedang berlangsung, ada seseorang dari belakang menarik-narik lengan bajuku. Aku menoleh dan terkejut, lebih terkejut lagi dengan apa yang dilakukannya padaku. Ia menarik lenganku, membuka perekat hansaplast, dan menempelkan hansaplast di lengan bajuku yang sobek...

He's so Annoying (1)

He’s so Annoying Chapter 1 Waktu itu adalah jam makan siang, kelas pun dibubarkan. Aku dan teman-teman perempuan langsung ke luar kelas dan membuat antrian di dapur untuk mengambil bagian kami. Saat mengantri hendak mengambil nasi, kulihat seorang lelaki yang wajahnya familiar dari arah berlawanan berjalan ke arah meja makan dan mengambil tahu.  “ Tofu is delicious ” katanya sambil mengunyah tahu. Tak sedikit teman perempuanku mengomel karena tingkahnya yang menyerobot antrian. Tak hanya itu, ia berdiri menghalangi jalanku, membuatku melihatnya dengan sedikit mengangkat kepala. Saat kedua bola mataku bertemu dengan kedua bola matanya yang hitam pekat, aku merasakan tangaku mulai mendingin. “ You have beautiful eyes with reddish of hair, haven’t you ? Warnanya seperti rambut jagung” katanya sambil tertawa dan berlalu dengan mengambil lagi sepotong tahu. Ya Tuhan, segera ku alihkan pandanganku ke arah lain dan berjalan hendak mengambil lauk. Aku sempat merasa kesal dan...

Selamat Hari Ibu

Untukmu Mamah, Bintang di hati yang selalu mewarnai kehidupanku. Izinkanlah putrimu yang nakal ini mengutarakan seluruh isi hati.

He Makes Me so Awkward

Jum’at, 29 September 2017 Seperti inikah rasanya jika ada seseorang yang menggenggam tanganmu ? Ya Tuhan, apa yang terjadi padaku saat ini ? Jantungku berdegup saat ia (Dio) menarik lenganku kemudian menggenggam erat tanganku, bagaimana ini? Aku berusaha untuk tidak salah tingkah di depannya karena aku tahu adegan ini hanya sebuah permainan seperti drama ( aku harap kau tidak salah paham yaa ). Aku mencoba untuk melonggarkan genggamannya karena merasa tidak nyaman dan takut. Namun rasanya tidak berhasil, ia tetap menggenggam erat tanganku. Sungguh aku tidak tahan lagi. Jantungku semakin berdegup kencang dan kurasa pipiku mulai memanas. Ya Tuhan, semoga aku tidak tertangkap basah olehnya dan aku ingin adegan ini cepat berakhir. Tahukah kau? Adegan itu membuatku teringat kembali saat kali pertamanya kau menarik lenganku dan berhasil membuatku berhadapan denganmu dalam jarak yang dekat. ( Aaa, mengingatnya saja sudah membuatku deg-degan ). Saat itu aku benar-benar terkej...