He's so Annoying (1)

He’s so Annoying

Chapter 1
Waktu itu adalah jam makan siang, kelas pun dibubarkan. Aku dan teman-teman perempuan langsung ke luar kelas dan membuat antrian di dapur untuk mengambil bagian kami. Saat mengantri hendak mengambil nasi, kulihat seorang lelaki yang wajahnya familiar dari arah berlawanan berjalan ke arah meja makan dan mengambil tahu.
 “Tofu is delicious” katanya sambil mengunyah tahu.
Tak sedikit teman perempuanku mengomel karena tingkahnya yang menyerobot antrian. Tak hanya itu, ia berdiri menghalangi jalanku, membuatku melihatnya dengan sedikit mengangkat kepala. Saat kedua bola mataku bertemu dengan kedua bola matanya yang hitam pekat, aku merasakan tangaku mulai mendingin.
You have beautiful eyes with reddish of hair, haven’t you? Warnanya seperti rambut jagung” katanya sambil tertawa dan berlalu dengan mengambil lagi sepotong tahu.
Ya Tuhan, segera ku alihkan pandanganku ke arah lain dan berjalan hendak mengambil lauk. Aku sempat merasa kesal dan berharap semoga pipiku tidak memerah dengan tingkah dan pernyataannya. Namun tak bisa kusembunyikan bahwa aku sedang menahan senyum melihat tingkah konyolnya yang menyerobot antrian untuk mangambil tahu kemudian berjalan santai sambil mengunyah tahu. Tapi tiba-tiba raut wajahku berubah ketika melihat ia membalikkan badan dan berjalan ke arah meja makan. Firasatku mengatakan akan terjadi sesuatu, dan benar saja. Kau tahu apa yang dia lakukan?
“Ga boleh makan banyak, nanti kamu gemuk”. sambil mengambil lauk yang ada di piringku.
“Eeeh!!” hanya kata itu yang keluar dari mulutku.
Aku mengerutkan alis dan menatap sinis padanya. Apa maksudnya dengan mengambil lauk di piringku? Ok, kali ini aku benar-benar kesal. Teman-teman yang melihat kejadian itu hanya tertawa kecil dan bilang padaku untuk sabar karena dia adalah tipe orang jahil dan hampir semua penghuni baru dijahili olehnya. Tapi aku malah berpikir bahwa dia adalah tipe orang yang mencari perhatian.
Baiklah, ku ikhlaskan lauk yang diambil –lebih tepatnya dicuri– olehnya karena aku bisa mengambil lauk lagi. Tapi nahas lauknya sudah habis hanya tersisa sayur, sambal dan kerupuk. Baiklah, akhirnya aku makan dengan kerupuk yang kujadikan sebagai lauk. Selesai makan dan mencuci piring, aku bersama teman-teman merapikan semua perlengkapan makan di rak piring. Karena kurang hati-hati, lengan bajuku tersangkut kawat rak piring sehingga teriptalah sobekan sepanjang (sekitar) 5cm. Bagaimana ini?


Bersambung. . . . . .


Komentar

Postingan populer dari blog ini

He's So Annoying (5)

Mengapa Kita Bisa Lupa ?

He Makes Me so Awkward