He's so Annoying (2)
Sebelumnya. . .
Saat jam makan siang, lauk dipiringku
di ambil olehnya dan aku kehabisan lauk. Tak hanya itu, saat selesai mencuci
piring karena kurang hati-hati, lengan bajuku tersangkut kawat rak piring
sehingga terciptalah sobekan sepanjang (sekitar) 5cm. Bagaimana ini?
.
.
.
Chapter 2
Melihat kejadian itu aku dan
teman-teman tertawa. Lalu, salah satu temanku, Aina menawarkan untuk menjahit
sobekan itu. Senangnya, ada yang berbaik hati menolong. Setelah semuanya
selesai, kami kembali ke aula karena ada kelas Grammar. Aku berpikir untuk
ganti baju karena malu jika sobekan itu dilihat orang banyak. Tapi saran
temanku lebih baik nanti saja selesai kelas, toh tidak terlalu kelihatan.
Baiklah.....
Saat kelas sedang berlangsung, ada
seseorang dari belakang menarik-narik lengan bajuku. Aku menoleh dan terkejut,
lebih terkejut lagi dengan apa yang dilakukannya padaku. Ia menarik lenganku,
membuka perekat hansaplast, dan menempelkan hansaplast di lengan bajuku yang
sobek.
“Have
done” katanya sambil mengedipkan mata.
Sontak aku menarik lengan dan
membalikkan badan. “apa yang dia
lakukan?” teriakku dalam hati. Selama kelas berlangsung, aku tidak bisa
konsentrasi, pikiranku terganggu karena ulahnya. Ingin rasanya kelas cepat
berakhir sehingga aku bisa segera keluar dari aula dan kembali ke kamarku. Tapi
ada saja sesuatu terjadi dan itu selalu mengejutkan bahkan memalukan.
Aku sependapat dengan kalian, jika
menganggap cerita ini mungkin terlalu lebay seperti sinetron. Tapi bagaimana?
Itulah yang terjadi. Terlepas dari semua itu, apakah kalian ingin tahu siapa
dia yang mengambil lauk dipiringku, merekatkan hansaplast di lengan bajuku yang
sobek? Ok, akan ku beritahu kalian lewat
tulisan sederhana ini yang jika diceritakan tak akan ada akhirnya dan aku
sendiri tidak tahu bagaimana cara mengakhirinya.
Bersambung. . . . .
Komentar
Posting Komentar