Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2017

The Key of Success Public Speaking

The Key of Success Public Speaking Berdiri dan berbicara di depan orang banyak adalah salah satu ketakutan terbesar manusia. Saya rasa teman-teman sudah mengetahui hal ini. Tak jarang banyak di antara kita memilih mundur sebelum bertempur. Bahkan , ada yang beralasan lebih baik terjun dari kapal terbang (pakai parasut) daripada berbicara di depan umum. Lebih baik mencuci WC sekolah (pakai gayung dan sabun) daripada harus berdiskusi dan debat di depan kelas, dan sebagainya. Sebetulnya apa yang kita takuti saat berbicara di depan umum? Menurut Harry Utomo dalam bukunya yang berjudul “ The Lost Secret of Success ”, bahwa persoalan utama yang ia temukan yaitu , mengapa orang mempunyai problem ketika harus berbicara di depan umum serta orang sering kali enggan untuk melepaskan topeng kehidupan yang berlapis-lapis. Kita takut kehabisan kata, saat ditanya namun kesulitan menjawab, dan terlihat bodoh. Entah kenapa saat berdiri di hadapan orang banyak, kita ingin menjadi orang...

The First of Public Speaking

THE FISRT OF PUBLIC SPEAKING Masih teringat dengan jelas dalam bayangan bagaimana gugup, takut, bahkan sampai mulas perut ini saat aku akan memulai public speaking pertama di sebuah kursusan di Pare, Kediri yang disana aku baru belajar selama 5 hari. Di depan orang yang sebelumnya tidak ku kenal, aku harus berbicara mengenai suatu topik menggunakan Bahasa Inggris. Bagaimana bisa? Public speaking dalam Bahasa Indonesia saja rasanya sudah sulit, dan sekarang harus menggunakan Bahasa Inggris yang sama sekali belum aku kuasai. Baiklah, aku harus bisa mengadapi rasa takut ini. Lagi pula aku sudah mempersiapkan, berlatih, memahami bahkan menghapal materi yang akan aku sampaikan selama satu minggu. Harusnya aku sudah siap. Mendadak perutku mulas dan tanganku dingin saat aku berpikir bagaimana jika mereka bertanya mengenai materi yang akan kusampaikan. Aku harus bagaimana ? Jawab saja, bukankah kau sudah belajar mengenai materi itu sebelumnya. Mudah saja berkata seperti itu. Tapi k...

Berbagi tak 'kan Merugi

Gambar
  Minggu, 17 April 2016 Berbagi itu Indah/Berbagi tak ‘kan merugi Berbagi itu luas maknanya, tidak hanya soal memberi tapi juga menerima; tidak hanya seputar materi, tenaga, waktu dan kasih sayang; tidak hanya kepada manusia, flora, fauna, tapi juga alam pun Tuhan. Berbagi tak mengenal batas ruang dan waktu, berbagi tak perlu menunggu seseorang harus kaya dan berkecukupan, juga tak selalu mereka yang berekonomi lemah harus menerima bentuk dari berbagi. Meskipun berbagi wajib bagi mereka yang hidupnya telah berkecukupan bukan berarti gugur bagi mereka yang hidupnya masih serba kekurangan. Banyak hal yang dapat dilakukan untuk berbagi, semisal membuat orang lain semangat dan tersenyum dikala terpuruk, memberikan kesempatan bagi mereka yang ingin mencoba suatu hal, bahkan memberikan sesuatu yang sangat kita sukai. Jangan lihat besar kecilnya nilai dari suatu apa yang telah kita beri, karena itu akan membuat kita merasa sombong dan rendah diri. Tapi lihatlah apa yang t...