The Key of Success Public Speaking

The Key of Success Public Speaking

Berdiri dan berbicara di depan orang banyak adalah salah satu ketakutan terbesar manusia. Saya rasa teman-teman sudah mengetahui hal ini. Tak jarang banyak di antara kita memilih mundur sebelum bertempur. Bahkan, ada yang beralasan lebih baik terjun dari kapal terbang (pakai parasut) daripada berbicara di depan umum. Lebih baik mencuci WC sekolah (pakai gayung dan sabun) daripada harus berdiskusi dan debat di depan kelas, dan sebagainya.
Sebetulnya apa yang kita takuti saat berbicara di depan umum? Menurut Harry Utomo dalam bukunya yang berjudul “The Lost Secret of Success”, bahwa persoalan utama yang ia temukan yaitu, mengapa orang mempunyai problem ketika harus berbicara di depan umum serta orang seringkali enggan untuk melepaskan topeng kehidupan yang berlapis-lapis. Kita takut kehabisan kata, saat ditanya namun kesulitan menjawab, dan terlihat bodoh. Entah kenapa saat berdiri di hadapan orang banyak, kita ingin menjadi orang lain. Dengan kata lain, kita punya keinginan untuk terlihat sempurna, berwibawa, hebat, dan sebagainya.
Tidak ada salahnya kita ingin terlihat baik dan sempurna, bukankah itu manusiawi? Benar sekali. Pada tahun 2015 lalu, saya pernah mengikuti Pelatihan Public Speaking oleh Sopian Sauri di Bekasi Timur. Beliau menyampaikan bahwa pendengar akan selalu menilai atau menanggapi hal-hal yang terkait dengan penampilan (performance and appearance), yaitu: 55% dinilai dari ekspresi (emotional) dan bahasa tubuh (gesture), 37% dinilai dari tekanan (intonation), dan pengucapan (accent and prononciation), dan 8% dinilai dari apa (content) yang dibicarakan atau disampaikan.
Mungkin penilaian pendengar ini (audience judgment) menjadi salah satu alasan utama mengapa kita memiliki keinginan untuk terlihat baik dan sempurna di depan umum. Alasan ini membuat kita menjadi fokus hanya pada bagaimana untuk terlihat hebat dan sempurna, menjadikan kita tidak nyaman, serba salah, tidak PD, bahkan nge-blank. Selama kita sibuk untuk terlihat sempurna, tidak jujur terhadap diri sendiri, selama itu pula kita tidak akan menemukan kenyaman berbicara di depan umum.
Tidak salah ingin terlihat sempurna, kita memang harus tampil baik, do the best. Karena Harry Utomo menjelaskan bahwa ada tiga navigasi yang harus kita pegang dalam public speaking. Pertama, pastikan ketika kita berbicara, ada sesuatu yang pernah kita pelajari, alami, riset, dan uji sebelum disampaikan. Kedua, pastikan kita menyukai materi yang akan kita sampaikan. Ketiga, usahakan kita merasa antusias ketika menyampaikan materi.
Selain tiga navigasi dari Harry Utomo, ada beberapa teknik (tahapan) public speaking yang saya dapatkan selama ikut pelatihan, yaitu: Persiapan (preparation), hal ini mencakup: penampilan (performance), tujuan (purpose), topik (topic), dan gaya bahasa (language style). Penyampaian (delivery), hal ini mencakup: penampilan (appearance), bahasa tubuh (gesture), kontak mata (eye contact), sikap (behaviour), dan dukungan audio (audio-visual support). Dan Penutup, hal ini mencakup: kode mengakhiri (signal to end), ulang topik utama (main ponits review), tekan sedikit pendahuluan (refer to introduction), dan akhiri dengan umpan balik dan kesan yang baik (end with good impact and impressions) misalnya: humor, anekdot, atau pertanyaan provokasi.
Dari semua hal itu, yang terpenting adalah ketika kita berbicara, materi atau pesan kita tersampaikan. Menurut Harry Utomo itu rahasia paling penting dari public speaking. Kemudian imbangi dengan selalu belajar dan latihan. Remember, practice makes perfect!
I hope this article be usefull for you all.
Good Luck!


Komentar

Postingan populer dari blog ini

He's So Annoying (5)

Mengapa Kita Bisa Lupa ?

He Makes Me so Awkward