Mengapa Kita Bisa Lupa ?

Mengapa Kita Bisa Lupa ?
Begitu banyak informasi dan/atau pengalaman yang kita peroleh setiap harinya. Informasi dan/atau pengalaman yang diperoleh kemudian disimpan dalam memori sehingga pada saat tertentu dibutuhkannya informasi tersebut, dapat memanggilnya kembali (recall). Tapi sayang saat membutuhkan informasi tersebut terjadi hal umum  yang tidak diinginkan, yaitu kita mengalami kelupaan.
Hal pertama yang perlu di ketahui saat mengalami kelupaan adalah jawaban dari pertanyaan ini: Apakah kita memusatkan seluruh perhatian pada informasi atau stimulus yang datang? Apakah informasi benar-benar memasuki otak kita? Jika informasi tidak memasuki otak melalui reseptor sensorik, maka tidak ada informasi yang dapat kita ingat.
Sebuah informasi atau stimulus yang masuk, untuk kali pertama di proses oleh reseptor (alat indera). Stimulus dalam durasi yang sangat singkat disimpan dalam Memori Sensori, dimana memori sensori ini merujuk pada penyimpanan informasi awal dan bersifat sangat sebentar. Kemudian jika kita ingin memahami sebuah informasi dan kemungkinan untuk menggunakannya kembali maka informasi tersebut harus ditransfer ke tahap berikutnya dari memori, yaitu Memori Jangka Pendek.
Dimana Memori Jangka Pendek (Short Term Memory) ini menahan informasi selama 15-25 detik dan menyimpan berdasarkan arti bukan lagi sebagai stimulasi sensori. Informasi yang berhasil melewati STM kemudian beralih ke Memori Jangka Panjang (Long Term Memory) sebuah pusat penyimpanan dengan kapasitas yang hampir tidak terbatas dan relatif permanen. (Feldman, 2012).
Dari penjelasan di atas, kita sudah dapat menarik kesimpulan bahwa seseorang yang mengalami kelupaan kemungkinan informasi yang ia terima bersifat abstrak, tidak dapat dicerna oleh otak, sehingga tidak ada informasi yang dapat di ingat. Atau saat di terimanya informasi ia berada dalam keadaan tidak fokus, emosinya dalam keadaan tidak baik (cemas, takut, bosan, lelah, dsb), karena emosi dapat mempengaruhi proses penyimpanan informasi di dalam memori.
Jadi, lupa adalah situasi dimana kita tidak mampu mengingat sesuatu atau hilangnya informasi (baik sementara atau permanen) yang telah disimpan dalam memori jangka panjang. Selain itu, dapat terjadi karena Kegagalan Penyandian, yaitu kegagalan memasukkan memori (informasi) ke dalam otak sehingga mengakibatkan kita tidak dapat mengambilnya kelak. Juga terjadi akibat Pembusukan (decay) memori yang jarang digunakan dan memudar seiring berjalannya waktu.
Lalu adakah solusi untuk mengatasinya? Well, every problem has a solution. Untuk meminimalisir masalah kelupaan yang kadang terjadi secara tiba-tiba dan menyerang diri kita, berikut beberapa hal yang dapat kita lakukan :
    1. Membuat catatan yang efektif. “Semakin sedikit semakin baik”. Dalam pembuatan catatan yang efektif, materi yang kita dengar pertama kali adalah lebih penting daripada menuliskannya. (Feldman, 2010).
    2. Berlatih dan mempraktikkan. Semakin sering kita berlatih (mengulang) materi/informasi yang didapatkan, semakin kita menguasi materi tersebut. Dan  memudahkan kita melakukan pemanggilan/penarikan kembali informasi yang telah tersimpan dalam Memori Jangka Panjang.
    3. Lawan masalah LUPA dengan :
  L   = ATIHAN
  U  = LANGI
  P   = ERHATIKAN
  A  = SOSIASI
So the conclution is, you need to learn how tou use your memory.

Thank you, i hope this article be useful for you all J

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

He's So Annoying (5)

He Makes Me so Awkward